Cerita panas Boss Cantik 2, Pengagum Seks 2

Aku melihat sebuah demonstrasi otot vagina yang dahsyat! Tangan Sari sudah tidak menjereng vaginanya. Tapi kakinya masih kangkang lurus menyamping. Astaga! Vagina itu bergerak-gerak, kembang kempis, menggembung mengerut. Dinding vagina nan merah seolah mau melotot keluar, untuk kemudian mengerut sehingga dinding merah mengkilat itu tersembunyi sebagian.

Sedangkan clitorisnya tetap mengeras seperti teracung, menagih jilatan. Aku jadi semakin gila. Kusosor vagina itu. Kumainkan mulut dan lidahku, menggarap bibir vagina dan clitoris. Kujejalkan lidahku ke liang hangat saat membuka diri. Wuhh.., banjir cairan vagina menyembur, aku jilati liang vaginanya yang merupakan sumber dari cairan itu. Rasanya asin. Aku ingin menguras cairan lajang yang 7 tahun lebih tua dariku itu. Kedua tanganku merentangkan kakinya, lalu aku meng-oral vaginanya habis-habisan. Akhirnya Sari berteriak tertahan, “Aku sampe puncak!”. Dia menjambak rambutku, membenamkan wajahku ke vaginanya, sehingga aku gelagapan dan hampir tersedak oleh banjirnya cairan vaginanya.

Aku pun kian bernafsu. Kugendong Sari, kupindahkan ke selembar karpet tambahan yang menyerupai bulu kambing, di atas karpet dasar, di pinggir sofa.
“Ibu Liz, Liza, Sari.., aku nggak tahan. Kalo aku memperkosa kamu gimana?”, tanyaku, menahan nafsu sambil berposisi seperti menindih, tapi tubuhku tak menempel di tubuhnya karena tanganku masih menyangga badanku.
“Nggak usah memperkosa segala. Malam ini kita bisa bersetubuh, sayang”, katanya sambil meraih bahuku.

Oh pucuk di cinta, vagina mendamba, clitoris menagih. Kucium keningnya, matanya, hidungnya. Tapi pantatku masih seperti mengambang di atas tubuhnya, sehingga penisku pun menggantung menganggur, belum menyentuh kewanitaannya. Akhirnya aku pun capai. Pantatku turun. Sari langsung mengangkang. Tapi ah, tidak, tidak. Aku mau main-main dulu. Ini kan persetubuhan pertama kami. Maka penisku kini cuma kugesek-gesekan ke bulu kemaluan, clitoris, dan vaginanya. Dia terpejam nikmat. “Gilaa, aku sukaa”, bisiknya. Lama-kelamaan kurasakan gesekan penisku seperti mengenai bidang licin. Rupanya cairan vaginanya belum habis, terus membanjir. Hilang sudah rasa permukaan bibir vagina yang merangsang penisku. Sementara gesekan bulu kemaluan pun semakin licin karena bulu superlebat yang membentuk segitiga, menyerupai celana dalam, itupun sudah basah.

Aku beringsut. Kuambil blus silk Sari. Kuusapkan ke vaginanya untuk mengeringkan cairan. Dia sendiri pun tak peduli blus bagus itu buat mengepel vagina. Kini vagina itu mengering. Aku menindihnya tapi masih bertumpu pada tangan kananku. Sementara tangan kiriku memegang penis, untuk dimainkan di vaginanya. Dia melenguh nikmat. Tapi lama-lama aku capai juga. Oh Sari yang cantik. Dia akhirnya punya inisiatif. Dibiarkannya aku menindihnya, tapi kini giliran tangannya yang memegang penisku.
“Pakai buat masturbasi Liza Sari sayang”, bisikku.

Wow! Nikmatnya penis dipegang jemari lentik dan dipakai untuk onani vagina. Aku merasa terbang menumpang concorde. Hampir tak ingat apa-apa, ketika tiba-tiba kurasakan “Blesszzhh..” Penisku sudahg masuk. Lancar sekali, meski dalam jepitan, karena vaginanya memang licin.

“Kamu pikir aku tahan? Nggak. Aku udah birahi banget. Lima tahun nggak bersetubuh setelah putus pacaran. Tiga bulan cuma petting. Sekarang kepalang basah. Kita bersetubuh saja”, bisiknya.
Kubenamkan penisku dalam vagina yang menjepit itu. Aku diam saja. Pinggul Sari di bawah berputar-putar, naik turun, maju mundur, geser kanan-kiri. Aku merasa termanjakan. Sampai akhirnya kurasakan maniku mulai mendidih, seperti ruap soda dalam botol yang dikocok. Aku beringas. Kupompa vaginanya dengan penisku. Kutekan selangkangannya dengan bagian bawah tubuhku. Kuputar pinggulku.

“Sari, kita hitung yuk. Kita hitung sampe 10 lalu puncak bareng ya?”, bisikku.
“Sepuluh, seratus, seribu, sama saja. Aku sudah memasuki pintu klimaks..”
“Satu, dua, tigaa..”, aku menghitung.
“Empaatt, Limaa burung, enam spermaa..”, lanjutnya dengan terengah.
“Tujuh itil, delapan jembut..”, aku menimpali.
“Sembilann.. Auww! Aku climaks! Gila! Mana manimu! Ayo dong cepetan! Udah lima tahun vaginaku nganggur nggak ngerasain sosokan burung dan semprotan mani!”.

Inilah keajaiban. Tiba-tiba maniku seperti tertahan, tapi penisku kian mengeras, sampai kulit penis ini agak perih, mungkin lecet sedikit. Kupompa vagina Sari dalam orgasmenya. Kurasakan vaginanya menyempit sementara cairan hangat kurasakan menyembur dari celah liang yang terjejali oleh penis. Terdengar suara “prepett..” Aku tidak tahu, cairan ini dari vagina atau dari lubang kencingnya.

Akhirnya, tubuhnya mengejang. Matanya terbelalak, lalu terpejam, dan dia pun memelukku erat. Kudengar isak tertahan. “Aku nikmat. Aku lega. Aku bahagia”, bisiknya. Air mata membasahi kelopaknya. Kucabut penisku. Masih tegang. Aku juga ingin orgasme. Tapi aku kasihan kalau harus menyetubuhi dia terus. Pasti vaginanya capai. Atau malah lecet. Karena barusan tadi kurasakan bulu kemaluan ikut masuk ke liangnya, bersama penisku. Mungkin bulu kemaluannya. Karena setiap kali kami bercumbu, bulu kemaluannya banyak yang rontok.

Aku berdiri di sampingnya. Kukocok penisku. Pelan, pelan, lalu cepat, cepat, cepat, akhirnya ah.., tak tahan. Aku pejamkan mataku, sambil mengocok penis. “Blap!” kurasakan penisku masuk lubang, yang ada giginya. Ya! Kubuka mataku. Penisku masuk ke mulutnya. Kulepaskan genggamanku. Dia sudah bersimpuh di depanku, mengulum penis, tangannya mulai mengocok penisku, terkadang lidahnya menjilati.

“Awas Sari, nanti muncrat ke mulut lho!”, aku memperingatkan.
“Biarin. Ini untuk pertama kalinya aku minum isi burung”, katanya menantang.
“Oh ya?”, tanyaku.
“Iya. Ayo, kuras manimu, pejantanku!”, ajaknya.

Kini aku kocok sendiri penisku. Ketika titik didih sudah mendekat, genggamanku aku lepas. Tangan Sari segera menyambar. Dengan lima kocokan maniku pun muncrat. Crat! Crat! Crat! Craatt! Mulutnya telat mengantisipasi, mungkin karena belum pengalaman. Dalam sepersekian detik maniku menyembur pipinya, hidungnya, keningnya, lehernya, lalu, “Slep!”, penisku masuk ke mulutnya dengan mani terus membanjir. Dalam kulumannya penisku terus dia kocok. Lama-lama aku gemetar dalam lautan nikmat. Aku terduduk. Penisku tercabut dari mulutnya. Kulihat si cantik ini mukanya berlepotan cairan putih kental. Bibirnya berleleran sperma. Dia belum terampil menelan semua sperma, sehingga ada sisa yang tumpah keluar. Yang pasti dia tampak semakin cantik. Mungkin aku pun jadi mencintainya.

“Terima kasih bossku sayang. Ini bukan yang terakhir kan?”, tanyaku sambil mengusap rambutnya.
“Tentu.., Kamu mau sama aku meski aku lebih tua?”, jawabnya dengan mesra.
“Iya. Aku menyayangimu. Aku pingin mengeksplorasi semua pesona kewanitaanmu”, kataku.
“Masih banyak waktu. Lain kali kamu ke studio apartemenku. Apa yang akan kamu lakukan kepadaku Sabtu malam besok?”.
“Aku ingin mencoba anusmu, bossku sayang..”
Aduh! Diam mencubit lenganku, lalu pahaku, lalu penisku.
“Sakitt boss!” kataku.
Dia tak mempedulikan. Setelah cubitannya lepas, dia pun bangkit, lalu membungkuk dengan menghadapkan pantat ke wajahku, yang masih terduduk di karpet dengan kaki terjulur, sambil kedua tanganku menyangga tubuhku. Jemarinya merentang anus yang merah dan dikitari bulu halus lurus yang panjang.

“Anusku masih perawan. Boleh juga sih kita coba Sabtu besok”, katanya.
Tiba-tiba pemandangan gelap. Kurasakan bau aneh, khas, tapi sedap. Astaga! Anus yang terentang jari itu sudah menempel ke hidungku. Awas, anus itu nanti menerima pembalasanku, dengan elusan penis dan tetesan maniku, sementara jariku bermain di clitoris dan vulvanya. Tunggu saatnya tiba, boss cantikku!

TAMAT

Ada Jin di Rumah Mewah Asiknya Meremas payudara pacar dan guruku Cerita birahi pans Asiknya Ngentot Dengan Suami Tetanga 1 Cerita birahi pans Asiknya Ngentot Dengan Suami Tetanga 2 Cerita birahi pans Asiknya Ngentot Dengan Suami Tetanga 3 Cerita ghairah Tante Mirsha Cerita Ngentot Istriku Sayang Cerita panas 1 Cerita panas Aku Guru SD yang suka Masturbasi Diperkosa Cerita Panas Ayu anak ABG Gila Sex Cerita panas Boss Cantik 1 Cerita panas Boss Cantik 2 Cerita Panas dan Seru akibat pil perangsang Cerita Panas dan Seru Ana Menikmati Kusetubuhi Cerita Panas dan Seru Ana Menikmati Kusetubuhi 2 Cerita Panas dan Seru Ana Menikmati Kusetubuhi 3 Cerita panas dan seru Bercinta dengan Ibu Pacarku Cerita panas dan seru Bercinta dengan Ibu Pacarku 2 Cerita panas dan seru enaknya memperkosa tante Cerita panas dan seru Menikmati tubuh tante yang nakal Cerita Panas dan Seru Ngentot Adik Istriku Yang Calon Dokter Sexy Cerita panas dan seru nikmatnya ngesex dengan janda Cerita Panas dan Seru Nikmatnya Tubuh Irene adik pacarku Cerita Panas dan Seru Sepupuku Haus SEX Cerita panas Dukun cabul Cerita Panas Kisah bercinta seru Cerita panas Melayani birahi sex pembantuku Cerita Panas seru 1 Cerita panas seru 2 Cerita panas seru 3 Cerita panas sinta hiper sex Cerita panas Tante Ken Cerita seru daun muda Baby Sitterku Cewek Indonesia Yang Haus Seks Cirata panas ku melayani tiga orang tante Cirita panas ku di warnet ketika hujan Daun Muda yang Liar FOTO MODEL CANTIK HOT DAN SEKSI Alexa Rae FOTO SEXY DAN SERU WANITA CANTIK ADELE TAYLOR FOTO TELANJANG MODEL SEXY DAN SERU Aleigh Hotstein Gaya Bercinta Untuk Usia Tua khayalan gila dengan model Kisah Cinta Terlarang Kisah Cinta Terlarang 2 Mengintip Istriku Sedang Selingkuh Merampok dan memperkosa Ngentot Seorang Pramugari Nikmatnya Mencicipi Tubuh Pacar Teman Pengagum Seks 1 Pengagum Seks 2 Tips : memberiskan memek Wanita Pakai Vibrator
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost