Cerita Panas dan Seru akibat pil perangsang

Cerita dewasa-Ibuku adalah seorang dosen komputer di sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Ia memiliki banyak mahasiswa maupun mahasiswi dan karena kepiawaian Ibuku dalam mengajar, banyak mahasiswanya yang datang ke rumahku unuk meminta diajar secara privat.

Kisah ini adalah nyata yang terjadi ketika Ibuku sedang tidak di rumah. Namaku adalah Joe. Saat itu aku sedang dalam masa pengangguran karenanya aku hanya tinggal di rumah sehingga membuatku sangat bosan karena kegiatanku sepanjang hari hanya menonton VCD dan bermain komputer saja.

Tetapi kebosananku berakhir ketika salah seorang mahasiswi Ibuku datang kerumah. Ingrid namanya, dia kuliah di Universitas (edited). Karena Ibuku kebetulan sedang ada urusan, maka Ingrid menunggunya datang dikarenakan ada urusan yang sangat penting dengan Ibuku. Karena aku tidak ada pekerjaan dan aku sangat bosan dengan kegiatanku, maka aku menemaninya menunggu Ibuku. Tetapi, aku sengaja tidak memberitahukan kepadanya bahwa Ibuku sedang pergi ke luar kota bersama Bapakku selama beberapa hari.

Jika kuperhatikan dengan seksama, Ingrid sama sekali tidak jelek. Bagiku dia bahkan menarik sekali, dengan proporsi badan yang bagus dan seksi dan dikombinasikan dengan rambutnya yang panjang tergerai dan hitam. Sekilas wajahnya mirip dengan Maudy Kusnaedi dan karenanya aku tidak bosan-bosannya menatap Ingrid sambil terus mengajaknya bercakap-cakap sambil menawarkannya minum segelas air jeruk.

Sampai suatu ketika, dia minta ijin untuk pergi ke WC dan aku menunjukkannya lokasi WC yang berada di belakang kamar orang tuaku. Di saat dia pergi kesana, aku memasukkan pil perangsang yang kubeli sewaktu aku masih berkuliah di luar negeri dulu. Pil perangsang itu larut dengan air jeruk tetapi tidak memberikan perubahan pada warna maupun rasa air jeruk itu sendiri. Setelah itu, aku hanya tersenyum-senyum memikirkan rencanaku selanjutnya sambil menunggu Ingrid keluar dari WC. Setelah Ingrid kembali dari WC, ia kembali duduk dan mengajakku ngobrol mengenai bisnis orang tuaku sambil meminum air jeruk yang kusuguhkan kepadanya. Beberapa menit setelah ia meminumnya, ia memperlihatkan reaksi dari obat tersebut, dia berkali-kali meminta maaf kepadaku karena ia merasa kegerahan dan setelah itu ia mulai membuka pakaiannya.

Di saat ia membuka pakaiannya, aku dapat melihat sosok Ingrid yang hanya mengenakan BH dan celana dalamnya. Hal ini membuat penisku mendadak berdiri dan siap dimasukkan ke "lubang kenikmatan". Aku mengajak Ingrid ke kamarku sambil kuberikan alasan agar aku dapat menyalakan Air Conditioner sehingga dia tidak lagi kegerahan. Ia percaya saja dan mengikutiku ke kamar. Di dalam kamarku, ia duduk di ranjang sambil sesekali mengusap dadanya. Aku menjadi tidak tahan melihat adegan ini sehingga aku mulai mencium bibirnya. Ketika aku menciumnya, tidak ada perlawanan sama sekali. Kami bermain lidah hingga 10 menit. Dikala kami bermain lidah, aku mulai membuka BH dan celana dalamnya. Setelah dia bugil, kemudian aku membuka pakaianku sendiri. Disaat aku sedang membuka pakaianku, Ingrid mengusap-usap tubuhnya dan memainkan jari-jarinya di sekitar vaginanya sehingga membuatnya basah. Aku tidak tahan lagi maka kudekati vaginanya dan memainkan lidahku di dalam vaginanya.

Aku sempat terkejut karena ternyata Ingrid masih perawan sehingaa aku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntunganku. Aku terus menjilati vagina Ingrid berulang-ulang dan diiringi dengan desahan Ingrid yang sangat sensual, "Hmm..., shhh..., aahh...". Aku tidak peduli dan terus menjilatinya hingga beberapa saat kemudian Ingrid menjepit kepalaku dengan kedua kakinya sehingga membuatku menjadi sulit bernafas selama beberapa saat dan tubuhnya mendadak menjadi gemetar dan ia berteriak tertahan sambil melengkungkan punggungnya yang membentuk siluet yang indah sekali. Aku mengerti kalau dia sedang klimaks, aku senang sekali tetapi juga sekaligus belum puas, why? Karena aku sendiri belum memperoleh kepuasan darinya. Setelah ia terbaring lemas karena klimaks tersebut, aku segera saja memasukkan penisku yang panjang karena sudah tegang ke dalam vagina Ingrid. Ketika penisku merobek keperawanannya, ia berteriak kesakitan dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Sambil kucium bibirnya yang seksi, tanganku bermain di puting susunya, juga kutusukkan penisku ke dalam liang vaginanya.

Teriakan yang tadi kudengar lama kelamaan berubah menjadi desahan-desahan dan tangannya mulai aktif memegang dan menekan-nekan selangkanganku seakan- akan menginginkan agar aku memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tusukanku di dalam liangnya membuatnya mendesah-desah sensual dan memintaku mempercepat gerakan. Aku terus mempercepat gerakanku hingga dapat kurasakan vaginanya semakin basah. Ia memintaku mengubah posisi. Ia sekarang berada di atas. Dengan hati-hati ia menindihku dan memasukkan penisku yang masih tegang ke dalam liang vaginanya. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Ingrid sambil menaik-turunkan tubuhnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat adegan yang kami lakukan semakin panas karena Ingrid terus menggenjot tubuhku sambil tangannya memainkan puting susunya sambil sesekali menekan-nekan payudaranya yang cukup besar itu.

Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan ada ledakan dalam diriku dan dirinya. Aku mengetahui bahwa dia akan klimaks lagi karena dia semakin kuat mendesah dan juga semakin cepat menggenjot tubuhku. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Ingrid berteriak dengan disertai getaran hebat sambil semakin cepat menggenjotku. Penisku terasa seperti sedang di"pipis"in olehnya karena ada cairan yang mulai membasahi penisku. Setelah beberapa menit kami bersama-sama melepaskan nafsu, aku mencium bibir Ingrid dan memeluknya. Aku bermain cinta dengannya hingga sore hari dan kemudian kuberitahu padanya bahwa orang tuaku baru akan kembali seminggu kemudian. Tetapi di luar dugaanku, karena justru hal ini malah membuatnya senang karena itu berarti dia bisa tinggal untuk bercinta bersamaku selama seminggu. Setelah itu, aku dan Ingrid terus menerus bercinta di rumahku sampai dengan Ibuku kembali dari luar kota.

Cerita panas Melayani birahi pembantu perkasa

Cerita Panas Dewasa ngentot pembantu ini terjadi saat aku dan suamiku pindah ke suatu daerah di Sumatera Selatan. Sebagai pengusaha yang sukses, suamiku membuka sebuah perkebunan di daerah itu. Sedang kedua anak kami kutitipkan di tempat neneknya di Padang. Di kota ini aku tinggal dan sengaja ikut suami. Sebagai pengusaha, ia ingin kudampingi sehingga tidak merepotkannya untuk pulang pergi ke Padang menemuiku. Anakku yang pertama berumur 6 tahun dan yang kedua berumur 5 tahun. Sekali sebulan aku pulang menemui kedua anakku. Di rumahku kini aku tinggal dengan dua orang pembantu. Yang satu perempuan, sementara satunya lagi seorang laki-laki yang bertugas menjaga rumah sekaligus membersihkan mobil dan taman di rumahku ini. 

Laki-laki itu namanya Oding. Ia dipekerjakan oleh suamiku karena di daerahku ini amat sering terjadi perampokan. Masyarakatnya pun masih terbelakang. Pak Oding sangat disegani oleh masyarakat desa ini. Umurnya 52 tahun. Badannya sangat kekar. Hanya kakinya yang pincang sebelah akibat berkelahi dengan perampok beberapa tahun yang lalu. Para perampok itu berhasil dikalahkannya. Hanya saja satu kakinya pun menderita kelumpuhan akibat bacokan. Setiap minggu, suamiku pergi ke perkebunan selama 1-2 hari dan bermalam di base campnya. jadi aku terpaksa tinggal sendirian di rumah ini bersama kedua pembantuku. Letak rumahku di desa ini jauh dari pemukiman penduduk lainnya. Tidak heran jika malam hari amat sepi dari kebisingan. Saat ini umurku menginjak 29 tahun dan suamiku 31 tahun. Kami dulunya kuliah bersama-sama. Suamiku memilih jadi pengusaha dan aku disarankannya menjadi ibu rumah tangga, karena segala kebutuhan hidupku telah tercukupi olehnya. 

Suamiku amat pengertian dan mencintaiku. Hampir dua kali seminggu kami selalu melakukan hubungan suami istri yang sering membuatku puas dan orgasme. Ini membuatku tambah mencintainya. Meskipun telah memiliki dua orang anak namun kami tetap mesra dan hangat. Suatu saat suamiku sedang ke Jakarta untuk beberapa hari. Terpaksalah aku tinggal dan ditemani kedua pembantuku. Saat itu aku merasakan ada yang lain pada diri pembantuku yang laki-laki. Pak Oding sering mencuri pandang terhadapku. Sebagai majikannya, aku anggap bisa saja namun lama-kelamaan aku merasa jengah juga. Aku maklum, sebab sebagai laki-laki normal, Pak Oding tentu juga memiliki nafsu dan keinginan, namun aku tidak mungkin berselingkuh dengan pembantuku. Aku tidak mau mengkhianati suamiku. Suatu saat, ketika aku mau ke pasar dengan menyetir mobilku, Pak Oding mencuri pandang ke arah dadaku, yang saat itu agak rendah belahannya. Bulu kudukku agak merinding melihat matanya yang melotot memandang dadaku. 

Suamiku, karena kesibukannya, kini jarang sekali memberiku nafkah batin. Sebagai wanita normal, aku sebetulnya menginginkannya. Pada malam hari, suamiku mulai selalu pulang dalam keadaan capai dan terburu-buru. Suatu hari, suamiku kembali ke perkebunan. Diperlukan waktu 4 jam untuk pergi ke sana. Hari itu cuaca hujan disertai guntur, namun suamiku tetap pergi karena ada yang perlu ia atur dengan para petani di perkebunan. Malam itu, aku tidur sendiri di kamarku yang cukup luas. Aku tak bisa tidur. Gairahku menghentak-hentak. Aku menjadi pusing dan mencoba keluar kamar untuk minum, dengan harapan akan dapat menurunkan gairahku. Di ruang belakang, aku mendengar suara televisi hidup. Aku pun pergi ke situ. Rupanya Pak Oding belum tidur dan masih nonton. Sedangkan pembantuku yang wanita tadi siang pulang ke kampungnya karena ada keperluan. Jadi di rumah itu sekarang yang ada hanya aku dan Pak Oding. 

Lalu kusapa dia, “Oooo, Pak Oding belum tidur ya?” “Belum, Bu… 
Acaranya bagus, nih,” katanya lagi, sambil tiduran di lantai. 
Lalu aku ikut duduk juga di lantai yang beralaskan permadani itu untuk nonton. Saat itu aku mengenakan kimono tidur. 
“Bu, Bapak pulangnya kapan? Udah malam kok belum juga pulang?” kata Pak Oding. 
“Besok, Pak,” kataku, “Ada urusan penting di perkebunan.” 
“Oooo…” Hanya itu yang keluar dari mulutnya. 
Lalu ia berkata, “Kasian juga Ibu tinggal sendirian. 
Malam lagi… Apa ndak takut, Bu?” 
“Oooo….. Nggak lah, Pak… Kan ada Bapak…. yang menjaga,” jawabku. Dueeeerrrrrrrrrrrr!!!!!!… 

Terdengar bunyi petir yang diiringi hujan dan angin badai. Aku agak takut juga, namun tidak kuperlihatkan. Terbayang olehku kalau-kalau Oding memperkosaku saat ini.. Ihhhh ngeri, pikirku. Lalu aku beranjak ke kamarku… 

“Kemana, Bu?” Tanya pak Oding. 
“Saya tidur dulu…” Jawabku. 
“Awas lho, Bu… Ada hantunya…!” katanya. 
“Husyyyyy… Bapak ini koq nakutin saya?” kataku. 
“Bukan begitu, Bu. Kan Ibu dengar sendiri bunyi itu,” katanya lagi. 

Aku diam dan coba mendengarkannya… Memang ada suara gemerisik, namun tak jelas apakah karena hujan atau bukan. Aku merasa takut dan minta Pak Oding menemaniku… 
“Pak… tidur di kamarku aja.. tapi dilantainya ya?” kataku. 
“Baiklah, Bu….” Jawabnya sambil berdiri dan mematikan televisi. 
Pak Oding berjalan tertatih-tatih, karena kakinya memang pincang. Ia pun masuk kekamarku dan aku berikan sebuah bantal kepadanya. Aku tidur diatas ranjang yang besar dan kosong. Mataku tak mau terpejam. Oding pun aku lihat belum tidur. Lalu kami bercerita tentang berbagai hal, mulai dari pekerjaanya sampai ke keluarganya di kampung. 

“Bu… malam ini apa nggak kedinginan,” tanyanya. Aku pikir ini pertanyaan yang kurang ajar dari seorang pembantu kepada majikannya. 
“Nggak,” kataku singkat. 
“Pak Oding Gimana? Mau selimut?” tawarku. 
“Tidak usah, Bu,” tolaknya. Aku turun dari ranjangku dan duduk di lantai dekat Oding. 
“Mataku tak mau tidur, Pak” 

“Masih takut, Bu?” tanyanya sambil duduk juga dekatku.
Lalu tangannya melingkar di bahuku. Aku kaget dan menepiskannya. 
“Jangan, Pak. Saya kan istri Bapak, majikan kamu?” kataku. 
“Maaf, Bu,” katanya lagi sambil menjauhkan dirinya dariku. 

Namun entah kenapa di malam yang dingin dan suasana yang redup itu, tanpa kusadari, aku akhirnya pasrah dalam pelukan Pak Oding yang adalah pembantuku, pembantu haus sex yang butuh pelampiasan. Aku tahu ia sudah lama berminat pada diriku. Aku yang sedang dilanda kesepian akhirnya tergoda juga untuk berhubungan intim dengan Pak Oding. Apalagi suasana saat itu sangat mendukung. Beberapa saat setelah kutolak, malah aku yang lalu merapatkan tubuhku ke tubuhnya. Saat itu Pak Oding agak kaget namun ia dengan cepat dapat menangkapnya. Ia pun kembali melingkarkan tangannya di bahuku. Kali ini aku tak menolak. Beberapa waktu kemudian, kurebahkan kepalaku di bahunya yang bidang. Tampak jelas bahwa Pak Oding sangat senang mendapatkan kenyataan itu. Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung mengerti lampu hijau yang kuisyaratkan padanya. Tangannya pun lalu mulai berani bergerilya ke sekujur tubuhku yang dibalut kimono sutra. 

Akhirnya aku tak bisa berbuat apa-apa untuk menolaknya saat ia lepaskan satu per satu kimono tidurku hingga aku tak berpakaian sehelai benang pun. Di malam itu aku pasrahkan setiap rongga tubuhku yang putih mulus ini untuk dicumbui pembantuku yang sudah tua ini. Malam itu pun aku terima keperkasaan permainan yang disuguhkan Pak Oding kepada tubuhku. Dengan sukarela, malam itu aku disenggamai oleh Oding. Aku pun menikmati setiap hentakan kelamin Pak Oding yang bergerak-gerak di dalam kemaluanku. Buah dadaku pun tidak luput dari jamahan tangan kasarnya. Malam yang dingin itu, membuat kami bersama-sama sampai di pendakian birahi. Tubuhku dan tubuh pak Oding sama-sama basah oleh keringat dan saling bercampur. Aku tidak berpikir tentang kekayaan dan wajah laki-laki yang menggauliku malam itu. Yang aku pikirkan adalah kepuasan ragawi yang diberikan pembantuku. 

Meskipun kakinya cacat namun ia amat perkasa mengaduk-aduk vaginaku. Ada juga terbersit rasa penyesalan di dadaku karena telah mengkhianati suamiku dan menyeleweng dengan ngentot pembantu ku yang sudah tua ini. Sampai menjelang pagi Pak Oding tidak henti-hentinya terus mengaduk-aduk kemaluanku dengan penisnya yang panjang dan besar. Semenjak kejadian itu, aku jadi terperangkap oleh permainan seks yang diberikan Pak Oding. Dengan suatu kode saja, ia akan tahu arti dan keinginanku. Di ranjang yang biasanya aku tiduri dengan suamiku ini, aku serahkan kehormatanku sebagai istri kepada Pak Oding bulat-bulat. Sampai saat ini aku masih selalu menjalaninya bersama dengan Oding saat suamiku ke Jakarta atau ke perkebunan

Cerita panas dan seru Menikmati tubuh tante yang nakal

Tante Ku Memang Nakal, Aku berasal dari kota Bandung dan kali ini terpaksa harus merantau ke ibu kota Jakarta seseuatu yang sebenarnya tidak ingin aku lakukan.Harus berpisah  dengan keluarga dan para sahabatku, tapi mau menolakpun tidak mungkin sebab di Bandung aku tidak bisa mandiri ,tidak bisa cari kerja sehingga ayahku menyuruhku pergi kerumah paman untuk minta tolong dicariin kerja.
Sudah sebulan lamanya aku tinggal menumpang di rumah paman , selama hidup menumpang aku harus bisa membawa diri agar yang ditumpanginya merasa senang.Untuk itu aku sangat rajin membantu meringankan pekerjaan rumah seperti, mengepel ,kepasar, mencuci ,strika pakaian ,cuci dan mengantar jemput bibiku.
Paman ku bekerja di Bandara dan bibiku mengajar prifat les di perumahan mewah.,ankanya masih duduk di bangku smp ,Hampir seminggu sekali paman ku kerja malam sehingga di tinggal aku,bibi ,ponakan dan ba Surti.
Usia bibiku sekitar 35 tahun wajahnya cantik dan bodynya bahenol(sexy) ditopang dengan kulitnya yang putih bersih.Terkadang aku sering melamun kalau mencuci dalaman bibiku, alangkah senangnya pamanku meniliki istri cantik dan bahenol.Terkadang celana dalamnya aku cium dan digosok-gosokan pada kemaluanku sambil membayangkan tubun molek bibiku.Sejak smp aku memang senang berhalusinasi dengan beronani, mungkin disebabkan sering baca setensilan atau pergaulan.Sering aku mencuri-curi kesempatan agar bisa merasakan kemolekan tubuh bibiku yaitu kalau mengantar dan menjemputnya.kala kubonceng sengaja rem motor kumainkan agar gumpalan payu daranya menekan punggungku.Ah betapa nikmatnya saat gumpalan empuk itu merapat di punggungku. darah seakan memompa dengan cepat.Perbuatan seperti itu tidak membuat bibiku curiga bahkan dia tetap merapatkan badannya .
Sebenarnya pengalaman sex pertamaku terjadi setelah aku tinggal kurang lebih setengah tahun, tapi bukan dengan bibiku melainkan dengan ba Surti pembantu di rumah pamanku.
Hari itu sekitar jam 11 siang udara jakarta memang sangat panas apalagi di rumah tidak ada AC.Aku selesai mengerjakan tugas  rutinku, yaitu mencuci pakaian .Setelah mengeringkan pakaian di tali jemuran aku masuk kedalam rumah.Saat melewati ruang tamu, terlihat ba Surti tiduran di atas sopa dengan berteman kipas angin di depannya.Yang membuat jangtungku berdengup kencang adalah keadaan wanita itu.Tubuhnya yang gemuk hanya mengenakan bra warna hitam menutupi buah dadanya yang besar , sedangkan kebawahnya memakai handuk .Pahanya yang putih terkuak lebar hampir memperlihatkan celana dalamnya.Aku berdiri mematung di depan pintu , batinku bergolak antara pikiran sadar dan tiak sadar akan norma kesusilaan.Dirumah tidak ada siapa-siapa .
Aku menutup pintu pelan - pelan lalu dikuncinya, lalu mengendap-endap mendekati wanita itu. Ba Surti tetap tertidur dan kedengaran mendengkur mungkin bangunnya terlalu malam.
Tanganku pelan-pelan di tempelkan di atas pahanya mengetes reaksinya, tapi tidak ada reaksi sedikitpun.Ku coba bergeser ke arah pangkal pahanya dan sedikit menyibak handuknya, namu tetap tidak ada reaksi, ba Surti tetap mendengkur.
Kemaluanku sudah berdiri tegak di balik celana dalamku, apa lagi saat tanganku merasakan kulit halus wanita itu kepalaku semakin pening.Kesadaranku sudah hilang dan tidak takut resiko apapun.Dengan nekat aku menjamah payu daranya yang besar dan mengusap-usap.
Ah....ba Surti mengeluarkan suara namun tidak bangun masih tetap meram.
Nafsuku sudah tidak terkendali lagi, payu daranya aku remas dengan tangan kanan sedang kan tangan kiriku menyasar kedalam handuk menjamah vaginannya.
"Dio...apa-apaan?",ba Surti bangun .
"Diam ba aku dah tak tahan ",kataku sambil memleuk dan menciumi leher dan meremas buah dada perempuan itu.
"Jangan....nanti bapa pulang ", kata ba Surti namu tidak berontak.
"Masih lama ba jangan khawatir ", kata ku sambil terus menggerayangi tubuhnya dan menciumi wajahnya.
Ba Surti tidak banya omong lagi bahkan dia balas memeluk ku.
"Kita di kamar mandi ",kataku
"Kenapa di sini saja",jawab ba Surti
"Udah enak di kamar mandi", kataku sambil menarik tangan wanita itu.
Ba Surti mengikut tarikan tanganku.
Setelah di kamar mandi aku membuka menelanjangi wanita itu.Tubuh ba Surti sungguh montok walaupun tidak sexy.Buah dadanya besar melebar dan berpunting kecil, Vaginanya dipenuhi bulu lebat sehingga lubangnya gak kelihatan.
Aku yang juga sudah telanjang bulat , langsung memeluk wanita itu dan menghisap puntingnya.
Aaaah...haduh....!! ba Sutri merintih-rintih membuat nafsuku liar.
Dengan gemas aku meremas-remas bongkahan daging didada itu dan menghisap puntingnya,lalu mengobok-obok vaginanya.
OH......HHHH....!! desah ba Sutri
Aku sudah tidak tahan dengan nafsuku.Wanita itu aku baringkan di atas lantai kamar mandi dan mulailah aku memasukan  kemaluanku pada vaginanya.Sangat sulit ternyata , karena walau usia ba Sutri sudah 25 tahunan  tapi masih perawan.Tapi akhirnya disertai jeritan kecilnya aku berhasil merobek keperawanannya.
Pertama ba Surti merasa kesakitan tetapi lama-kelamaan dia merasakan kenikmatan.
Aku semakin garang mempermainkan pinggulku naik turun sehingga vagigan ba Surti habis di kocok-kocok.Sedangkan bibirku menghisap kuat-kuat puntingnya dan tangan ku aktif meremas bokong dan payu daranya.
Ba Surti kelojotan dan mendesis-desis kenikmatan dari mulutnya tedengar desahan ,membuat ku tambah bernafsu.
Saat akan mencapai klimak aku cepat menarik kemaluan ku dari dalam vaginanya."Ba kocok punyaku!,kata ku sambil mnyodorkan batang kemaluan ku.
Ba Surti menggenggam batang kemaluan ku dan mengocok-ngocoknya sampai memuncratkan air mani yang banyak dan menciprat sebagian tubuhnya.
Aku bersandar lemas di tembok dinding kamar mandi terasa segar dan nyaman setelah semua nafsuku terlampiaskan.
"Dio...kamu mengambil keperawananku...",kata Ba Surti sambil terisak nangis.
"Jangan khawatir ba aku akan bertanggung jawab",kataku menghiburnya.
"Benarkah ?",tanya wanita itu sambil menatapku.
"Tentu saja , nah sekarang mari kita mandi",
Ba Surti kegirangan mendengar janjiku, ia tidak banyak omong lagi mengambil gayung dan menyiram tubuhnya denan air di bak.
"Sini aku sabunin", kata ku sambil mengambil sabun mandi cair.
Dengan telaten aku meluluri sabun keseluruh tubuh wanita itu.ketika meluluri bagian payu daranya yang besar terasa licin dan lembut membuat kemaluan ku tegak lagi.Aku mulai meremas-remas payu dara itu dan menjilat puntingnya.
Ah....o...enak...!!! desah Surti
"Nungging ba", kata ku.
Surti menungging dengan tangan memegang tepian bak mandi, kedua kakinya sedikit mengangkang.
Aku mulai memasukan batang kemaluanku yang sudah sangat tegang .Mulai lagi aku mengocok vagina permpuan itu dari belakang.Pertama pelan lalu cepat membuat Surti menjerit-jerit kenikmatan.
"Ba Aku mau keluar lagi, sini cepat terlentang!", kata ku sambil mencabut batang kemaluan dari vaginannya.
"Begini ", kata Surti.
"Ya ", jawab ku.
Batang kemaluan aku selipkan di tengah- tengah bukit payudara Surti yang besar dan licin oleh sabun, lalu aku gosokan dengan cepat .
"Tekan ba!",kata ku sambil terus mengocok batang kemaluanku.
Ba Surti paham ama yang ku mau, dia menekan sepasang payu daranya yang besar dengan kedua tangannya sehingga batang kemaluanku tergencet .
"Aahh...keluar!",desis ku.
CROTT   air mani menyemprot muka Surti dan sebagian lehernya.
Aku kembali merasakan kepuasan yang tiada tara,
Ba Surti bergegas bangun dan mencuci mukanya serta membersihkan badan dari sabun yang masih melekat, sedang aku masih terduduk di kloset lemas, setelah dua kali menumpahkan air mani.
Itulah pengalaman pertamaku bermain cinta di rantau orang.Sejak itu Surti selalu bersedia kalau ku ajak bersetubuh,bahkan dia sendiri yang memintaku untuk melayaninya.
Malam itu ba Surti tidak ada pulang ke Kerawang , katanya dipanggil oleh keluarganya ada sesuatu yang akan di rundingkan.Terasa sepi bagiku tidak ada teman ngobrol dan berbagi kehangatan.Jam menunjukan pukul 8 30 ,pamanku biasa kerja malam sedangkan keponakan ku menginap di neneknya di Jakarta .Keadaan rumah sangat sepi.Ah mending jemput bibiku walau pulangnya masih 1 jam lagi tapi lebih enak di jalan ketimbang di rumah . Setelah berpikir seperti itu, aku bergegas mengambil jaket dan mengeluarkan motor, lalu tak lama kemudian sudah melaju di jalanan.Tidak lama kemudian aku sudah nongkrong di tempat biasa menjemput.Untuk mengusir kejenuhan aku menghisap sebatang rokok.
Sambil merokok pandangan ku tak lepas mengawasi ke jalan raya terutama kalau ada mobil berhenti dan menurukan penumpang.Tidak lama kemudian ada sebuah mobil berhenti , seorang wanita cantik dengan tubuh bahenol turun, dia tidak lain bibiku.
"Dio sini !", kata bibiku melambaikan tangannya pada ku.
Aku turun dari motor lalu berlari menghampirinya."Ada apa bi?",tanyaku setelah dekat.
"Ini bawain bungkusan ini", kata bibi ku sambil menurunka dua buah bungkusan yang lumayan besar dan berat dari dalam mobil itu.
Aku membawa dua bungkusan itu dan dinaikan di depan jok motor , lalu menunggu bibi ku yang masih berbasa-basi dengan teman yang mengantarnya.Tak lama kemudian dia sudah menghampiriku dan naik di belakangku.
"Sempi O :Tanyanya sambil berusaha mundur sedikit.
Sebenarnya tidak menjadi masalah bagiku bahkan terasa makin nikmat kalau tubuh bibiku merapat dipunggungku, buah dadanya yang montok terasa mengganjal, uh nikmat sekali.
"Gak apa-apa bi ",jawab ku.
"Ini hadiah dari murid katanya ada baju kemeja,bibi bawa saja mudah-mudahan cukup buat kamu",katanya
"Terimakasih bi",kataku sambil berkonsentrasi menjalankan motor.
Tidak lama kemudian kami sudah sampai dirumah,seperti biasa aku mengunci pagar besi dan memasukan motor kegarasi .
Bibiku tampak kelelahan dia melonjor di kursi panjang sambil mengipas-ngipas badannya dengan buku "Dio coba buka bungkusan itu ",katanya saat aku masuk.
"Ya bi", kataku sambil menghampirinya dan membuka bungkusan.
Ternyata di dalam nya pakain semua dari pakaian perempuan sampai laki-laki.
"Nah ini kemeja buat mu",bibi memberikan beberapa potong pakaian pada ku sedang dia sendiri mengambil daster warna merah muda dan diukurkan kebadannya.
"Dio bibi pantas gak pakai ini", katanya sambil ditempelkan kebadannya.
"Pakai aja bi , biar kelihatan bagus nggaknya",
"Iya ya ", kata bibi ku sambil membawa baju itu kekamarnya.Tidak lama kemudian dia sudah keluar dengan daster merah mudanya.
Aku terpaku melihat kemolekan tubuh bibiku.Sudah beberapa lama tinggal dirumah itu tetapi tidak pernah sekalipun melihat bibiku mengenakan pakaian seperti itu, dia biasa pakai jilbab dan baju gomrang.Kali ini mengenakan daster yang pas dengan tubuhnya.Buah dada membusung bulat dan bundar ,pinggang masih ramping denan pinggul menggunung ,
"Kenapa dio jelek", kata bibiku melihat aku bengong.
"Bi  cantik sekali. saya baru melihat bibi secantik ini",kataku jujur.
"Uh dasar kamu O",kata bibiku sambil tersenyum.
"Sungguh bi.saya bicara apa adanya",
"Ia deh terimakasih ", kata bibi ku
"Bi saya bawa masuk dulu ya pakaian ini", kata ku sambil membenahi kemeja pemberian bibiku.
"Ya udah itu kunci pintu,bibi mau istirahat",
"Ya ",jawabku sambil membawa pakaian kekamarku .Setelah memasukan kedalam lemari,lalu aku menuju ruang depan dan mengunci pintu.Lalu kekamar lagi untuk tidur
Jam menunjukan pukul 11 malam tetapi aku tidak merasa ngantuk,hatiku gelisah tidak menentu, bayangan tubuh bibiku yang benar-benar sexy menggoda hati.Buah dadanya yang besar putih mulus menyembul dari daster merah jambu.Pantatnya besar bergoyang kala berjalan dan bibirnya yang merah merekah kala tertawa.Semua berkelebat dalam ingatanku.Tanganku meremas-remas kemaluanku sambil membayangkan kemolekan tubuhnya.
Hawa di dalam kamar terasa panas, aku membuka bajuku sehingga telanjang dada,tenggorokanku kering terasa haus.Aku bangun dan beranjak keluar hendak ambil minuman di kulkas.Saat melewati kamar bibiku aku sungguh terkejut sebab pintunya dibiarkan terbuka.
Bibiku tampak tertidur pulas dengan masih mengenakan daster merah jambu.Aku berdiri mematung didepan pintu kamar.Wajahku terasa panas dan jantungku berdengup dengan kencang.
Tubuh molek itu tampak tergeletak dengan dasternya yang sudah terangkat ke atas membuat sepasang pahanya yang putih mulus terlihat dibawah lampu remang-remang.
Aku berendap-endap memasuki kamar itu dan jongkok di samping tempat tidur,pandangan mataku tidak lepas menatap paha mulus yang sebagian berada dipingir tempat tidur.
Tangan kananku meremas-remas kemaluanku sedangkan tangan kiriku mengusap pelan-pelan paha itu.
Bibiku tampak kecapaian sehingga tidurnya sangat pulas dan tidak menyadari kehadiranku.Walau dielus-elus pahanya dia tetap tidur nyenyak.
Bosan mengelus pahanya ,tangaku beralih menjamah buah dada yang setengah terbuka dibalik daster merah jambu.Pelan-pelan kuletakan telapak tanganku .Terasa empuk dan hangat.
Nafsu birahiku sudah berada dipuncak , sehingga sudah tidak memperdulikan kelak akan bagaimana kalau pamanku tahu kelakuanku ini.Dengan gemas aku mulai meremas agak kencang dan jariku mencoba menggapai putingnya yang tersembunyi dibalik bra.
"Eeeh,,,apa ini!", tiba-tib bibiku terbangun,
Aku kaget setengah mati,cepat menarik tanganku .
"Dio sedang apa disini?".tanyanya sambil bangun dan duduk .
"Ini...itu bi ,,pintu kamar tidak di tutup",kata ku ngomong tak teratur.
"Tadi siapa yang meremas dadaku?",tanya bibiku dengan pandangan tajam.
"Sa..saya ha,,hanya mau merapihkan selimbut bibi", kataku sekenanya.
"Bohong kamu memang sengaja meremas dadaku!"
"Saya tidak berani",jawab ku sambil nunduk.
"Dio sebenarnya bibi nggak marah kalau kamu jujur",kata bibiku lunak.
"Benar bi",kata ku sambil mengangkat kepalaku memandangnya.
Bibiku tersenyum penuh arti,"Sini duduk disamping bibi",katanya sambil menggeser memberi tempat untukku di atas tempat tidur.
Aku berdiri dan duduk disampingnya.Jantungku berdengup kencang saat berendeng dengan tubuh bibiku.Tercium wangi marfum yang masih melekat ditubuh moleknya.
"Dio sebenarnya sudah lama bibi tahu kau menaruh perasaab khusus padaku",katanya sambil menatapku.
"Maksud bibi ?tanyaku sambil menunduk tak berani membalas tatapan matanya.
"Saat bibi kau bonceng ,dengan sengaja rem kau mainkan sehingga dadaku menyentuh punggungmu",
Aku semakin menunduk mendengar perkataan itu sebab tidak bisa menyanggahnya.
"Tapi bibi tidak peduli...sebab semua itu membuat hati bibpun nyaman..".
"Maksud bibi?", tanyaku sambil mengangkat kepala memandangnya.
Wajah bibiku telihat merangsang menurut pandanganku.Rambutnya yang hitam berantakan sebagian menutup wajahnya.Bibirnya yang memiliki kesamaan dengan bibir Titi DJ tampak merekah seperti menantang ingin dicium.
"Dio terus terang saja bibi sudah lama merasakan kesepian.Paman mu terlalu mementingkan kerja.Dengan kenakalan mu bibi sedikitnya terhibur",kata perempuan itu dengan suara lirih.
"Apakah paman jarang menyentuh bibi?", tanyaku memberanikan diri.
"Terakhir kali menyentuhku saat robi umur 4 tahun",katanya dengan suara pelan.
"Selama 3 tahun bibi tidak disentuh,paman kenapa bodoh,kalau aku jadi paman mungkin tiap hari ",kataku dengan lantang.
"Benarkah Dio...kamu mau menghiburku?",kata bibiku dengan pandangan mersra.
Aku tidak sanggup memberi jawaban, apalagi mendapat tatapan mesra seperti itu..Tampa berpikir lagi, aku meraih tubuh molek itu dan dibaringkan dalam pangkuanku lalu aku mencium mesra bibirnya.
"Ohhhh", bibiku mengeluh sambil membalas ciumanku.
Tanganku meremas-remas sepasang payu daranya yang montok.Terasa masih keras dan halus.
"Aihh..dio.....",keluhnya sambil tangannya meremas kemaluanku yang sudah berdiri.
Aku mempereteli seluruh pakaian yang dikenakan bibiku sehingga telanjang bulat.Tampak jelas sekarang betapa moleknya wanita itu.Kulit putih mulus dihiasi buah dada yang montok dengan puting hitam,Bentuk tubuhnya menyerupai biola .Pinggang ramping pantat besar membukit ,mulus tak bercacat.
Nafsuku sudah bagaikan kuda liar, sudah lama memendam keinginan agar dapat menikmati keindahan tubuh moleknya kini diberikan kesempatan
Dengan nafsu menggila, aku memeluk tubuh yang lembut dan hangat.Bibirku menciumi bibirnya lalu beralih kebagian dadanya dan menghisap putingnya
"Aiiihhhh teruskan...sayang!!",desahnya.
Bergantian dari buah dada yang kanan beralih kebagian yang sebelah kiri ,bibirku mencium dan menghisapnya.
Bibiku mengeluh kenikmatan.Tangannya yang halus meremas-remas kemaluanku .
"Aih bi..",kataku penuh nikmat.
"Dio buka celana mu..", katanya.
Aku menurut membuka celana pendek dan celana dalam ku sehingga telanjang bulat.
Mata bibiku melotot menlihat kemaluanku yang panjang dan bengkok seperti pisan.
"Dio...kau luar biasa ", katanya sambil meraih batang kemaluanku dan dikulumnya.
"Oh...", aku mendesah penuh nikmat saat batang kemaluanku dihisap dan dijilat .
Bagaikan seorang profesional layaknya bibiku mempermainkan kemaluanku sehingga membuatku merasakan kenikmatan yang tiada taranya.
"Bi aku juga ingin menjilat punya bibi"kataku sambil merubah posisi jadi kepala menghadap vagina sedangkan kemaluanku tetap di mulut bibiku.
Paha yang mulus dengan selangkangan bersih dihiasi bulu lebar di atas vagina.Aku mulai menciumi daerah itu sampai terakhir lidahku menjilati klitoris diujung vagina..
"Ng....hhhh",bibiku mengesah kenikmatan
Setelah puas mempermainkan vagina,aku bangkit dan menindih tubuhnya.Pelan batang kemaluanku menghujam kedalam vagina.
"Ahh........!",desis bibiku saat batang kemaluanku memasuki lubang vaginanya.
Dengan teratur aku mulai menggerakan pinggul keluar masuk membuat batang kemaluanku mengocok-ngocok lubang vagina.
"Ow ah..uh,,,,!!",desah bibiku penuh kenikmatan matanya mendelik-delik.
Kedua tanganku tidak tinggal diam ,meremas-remas dan mempermainkan payu dara, sedangkan hentakan pinggulku semakin kencang, membuat bibiku semakin histeris kenikmatan.
"Dio...bibi mau ke luar!", katanya sambil meregang .
"Lakukan lah!",kataku sambil mempercepat gerakan pinggul membuat batang kemaluanku semakin cepat mengocok lubang vaginanya.
"Uahhh....!", bibiku memucratkan air maninya sambil memeluku erat-erat. Kemudian terkulai lemas.
Aku tidak menghentikan gerakanku sebab kemaluankupun sudah berdenyut-denyut mau memuntahkan air mani.
"Bi....!!", teriakku saat air mani muncrat keluar memenuhi lubang vagina.Aku terkulai di atas tubuh montok bibiku.
Sekian lama aku terkulai di atas tubuhnya ,lalu bangun dan duduk menyender di pinggir tempat tidur sambil mengawasi bibiku yang masih terlentang sambil memejamkan mata.
"Bi kenapa?",tanyaku heran saat melihat bibiiku hanya diam terlentang.
Bibiku membuka matanya dan tersenyum manis padaku lalu berkata dengan suara halus dan mesra."Dio kamu anak yang hebat, baru sekarang bibi merasakan kenikmatan bersetubuh".
"Memangnya paman tidak seperti ini?", tanyaku.
"Ah ..paling hanya dia yang keluar sedang aku tidak merasakan apa-apa".
"Hm...jangan khawatir bi ,saya akan berusaha menyenangkan hati bibi".
"Benar kah?",
"Heeh asal bibi suka",
"Tentu saja, ayo sini kita mulai lagi',kata bibi ku yang sudah bangkit lagi birahinya.
Tidak banyak bicara lagi aku mulai mencumbunya lagi.Malam itu aku memberi kepuasan pada bibi ku berulang-ulang sampai menjelang pagi.
Sejak saat itu setiap kali ada kesempatan bibiku selalu mencariku untuk memenuhi hasratnya.Sebagai laki-laki muda tentu saja aku selalu siap walaupun terkadang kecapean apalagi harus memenuhi kebutuhan ba Surti yang juga suka kegatalan ingin di setubuhi juga.
Lama kelamaan aku jadi takut ketahuan pamanku sebab bibiku sudah terbilang nekat , tidak hanya saat paman kerja malam saat ada di rumahpun kalau dia lagi mau suka mendatangi kamarku.Untunglah aku mendapat jalan untuk keluar dari rumah itu yaitu mendapat tawaran bekerja di galangan kapal.Sebenarnya bibiku tidak menyetujuinya  tetapi dengan alasan seminggu sekali aku pulang akhirnya disetujui juga.

Cerita panas dan seru nikmatnya ngesex dengan janda

Cerita Panas dan seru dewasa – Pengalaman sex ngentot janda ini telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Ini merupakan pengalamanku yang pertama kali berhubungan sex dengan wanita yang lebih tua dariku. Karena aku biasanya ngentot dengan gadis-gadis belia, apalagi dengan cewek-cewek abg yang masih smp pasti hasrat sex dan nafsu ngentot ku bakal tak terbendung. Karena itu cerita ngentot wanita dewasa janda ini merupakan pengalaman spesial dan baru bagiku. Simak saja cerita dewasa berikut ini untuk mengetahui jalan ceritanya.

Aku mempunyai saudara sepupu bernama Monica yang umurnya kurang lebih 45 tahun. Dia sudah menjanda selama tiga tahun. Sekarang dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak terlalu besar maupun kecil. Kebetulan anak dari sepupuku ini sudah ditempat kost, karena mereka lebih dekat dari tempat kuliahnya. Aku kadang-kadang mampir ketempatnya, untuk mengobrol maupun mendengar keluh kesah dia, karena dari kecil kami sangat akrab.

Suatu saat aku mampir, terlihat beberapa teman sepupuku yang sedang bertamu. Biasanya aku langsung ke ruang tamu dibelakang, membaca koran, majalah atau menonton televisi. Karena aku pikir mereka sedang mengobrol seputar cowok atau mengenai salon. Lalu aku dipanggil oleh sepupuku untuk diperkenalkan kepada teman-temannya.

“Kenalin nich Mbak Rika dan Mbak Nita” kata sepupuku.

Aku menjabat tangan satu persatu teman sepupuku ini. Karena mereka sepertinya sangat santai sekali cara mengobrolnya, aku agak sungkan lalu aku ke belakang kembali. Kudengar cara mereka bicara seperti anak-anak seumur tujuh belas tahun, mungkin bila di depan anak-anak mereka, tidak begitu cara mereka berbicara. Mereka tinggal di perumahan Bintaro, bila dengar cerita sepupuku Mbak Rika baru enam bulan ini ditinggal oleh suaminya karena kecelakaan pesawat terbang, sedangkan Mbak Nita adalah seorang istri pejabat yang sering ditinggal suaminya keluar negeri. Mbak Rika mempunyai tubuh padat, kulit putih, tinggi kurang lebih 165 cm. Sedangkan Mbak Nita agak langsing dengan payudara yang agak lumayan menonjol serta mempunyai warna kulit yang sama dengan Mbak Rika.

“Mon aku pulang dulu yach, tuch sudah dijemput anakku, masalahnya aku mau ke Bogor ada acara arisan” kata Mbak Nita.
“Lho aku pulang dengan siapa nich” sela Mbak Rika.
“Gampang nanti diantar oleh adik gue” jawab Monica seraya menepuk bahuku.
“Wach enggak ngerepotin nich Mas” kata Mbak Rika kembali.
“Enggak koq Mbak” jawabku.

Lalu aku disuruh menemani Mbak Rika mengobrol, karena sepupuku Monica hendak mandi. Kulihat Mbak Rika memakai rok hitam serta blazer berwarna pink, duduk santai dikarpet membaca majalah sambil meluruskan kakinya. Kulihat begitu bening kulit dipahanya. Lalu kami mengobrol panjang lebar, tapi kulihat dari pandangan Mbak Rika agak sedikit genit, sehingga membuatku pusing juga. Setelah Monica selesai mandi, Mbak Rika mohon pamit.

“Mas tolongin dong, maklum nich sudah tua” sambil minta tolong kepadaku supaya meraih kedua tangannya untuk berdiri.
“Ha ha ha Rika.. Rika.. Makanya minum jamu dong” ledek Monica terhadapnya.
“Aduch.. Koq begini yach pinggangku” jawab Mbak Rika sambil menunduk memegang pinggangnya.
“Nach lho.. Kenapa nich” tanya Monica.
“Enggak tahu nich” jawab Mbak Rika.

Lalu aku tuntun Mbak Rika ke dalam mobil.

“Ok. Mon.. Sampai lusa yach bye.. bye.. ”

Dalam perjalanan Mbak Rika duduk di depan, menemaniku membawa mobil, dia juga minta izin kalau dia mau rebahan sambil menurunkan sandaran jok kebelakang. Kadang kucuri pandang paha Mbak Rika yang agak tersingkap dari roknya.

“Mas sepertinya pinggangku agak salah urat nich saat duduk di karpet tadi”
“Wach itu harus cepat-cepat diurut lho.. Mbak” kataku.
“Tapi mau cari tukang urut dimana, malam-malam begini” kata Mbak Rika.
“Memang anak-anak Mbak enggak ada yang bisa mengurut Mbak?” tanyaku memancing.
“Mereka semua di Jogya Mas, kuliah disana” jawabnya.
“Yach kalau enggak keberatan, aku bisa sich mengurut pinggang Mbak Rika” pancingku lagi.
“Yach udach.. ” jawabnya mengangguk.

Singkat cerita aku menunggu Mbak Rika diruang tamu, karena dia sedang ganti baju sambil membuatkan aku teh manis. Mbak Rika keluar dari ruang tengah sambil membawa cangkir minuman untukku, dengan hanya mengenakan daster yang amat tipis, sehingga secara samar-samar terlihat BH serta celana dalamnya. Wach tambah pusing aku dibuatnya.

“Minum dulu dech Mas” sapa dia.

Lalu aku diajak ke dalam kamar Mbak Rika, untuk diurut.

“Mas bagian sini nich” sambil Mbak Rika mengangkat dasternya hingga kebahunya dalam keadaan terlungkup ditempat tidur.

Memang Mbak Rika ini mempunyai tubuh yang padat, hingga kedua belah bagian pantatnya tampak tersembul ke atas, dan yang lebih gilanya dia memakai celana dalam yang model belakangnya hanya seutas tali yang menyelip diantara kedua belah pantatnya. Tak disangka hari ini aku menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya. Lalu aku mengambil minyak dari keranjang yang telah dia sediakan, didalam keranjang itu juga ada beberapa botol alat-alat untuk mandi. Aku mulai menggosok bagian pinggangnya dan kadang-kadang tanganku kusentuh pada bongkahan daging pada kedua belah pantatnya. Dia rupanya sangat menikmati urutan tanganku dipinggangnya, hingga dia terlelap tidur.

“Mbak gimana sudah agak enakan enggak?” tanyaku.
Dia kaget terbangun lalu, dia berkata “Mas bisa tolong sekalian betis kakiku enggak, masalahnya agak pegal-pegal juga nich”
“Yups.. ” jawabku singkat.

Tampak Mbak Rika agak merenggangkan kedua belah kakinya dan tetap dalam posisi terlungkup, tampak sekilas kulihat pinggiran lubang vagina Mbak Rika tersembul diantara celana dalamnya yang memang hanya berbentuk segitiga pada bagian depannya. Aku lalu menukar minyak gosok dengan body oil dalam keranjang diatas meja dekat tempat tidur Mbak Rika. Aku mulai menggosok dari betis ke arah paha dengan melumurkan body oil agak banyak. Terus kuurut kedua belah betis Mbak Rika hingga sampai kedua belah pahanya.

“Mas urutnya agak ditekan sedikit dibagian sini Mas, soalnya pegel amat sich” kata Mbak Rika sambil menunjuk antara paha dan pantatnya dibagian belakang, lalu dia juga membuka tali dari celana dalamnya dan menariknya lalu ditaruhnya dekat bantal dikepalanya. Makin jelas sudah kulihat vagina Mbak Rika dari bagian belakang dan tampaknya bulu-bulu jembutnya dicukur bersih olehnya. Aku mulai menekan pantatnya dengan kedua jempolku, dan kadang-kadang aku sentuh lubang anus Mbak Rika dengan sentuhan halus.

“Och..” tampak Mbak Rika mulai mendesah.

Aku tuang body oil banyak-banyak dikedua bongkahan daging dipantatnya, lalu aku mulai menggosoknya turun naik dari kedua pahanya. Lalu Mbak Rika menyuruhku menaruh body oil ditelapak tanganku, lalu dipegangnya tanganku dan ditaruh disela-sela lubang kemaluannya.

“Mas tolong gosok dibagian ini yach Mas” pintanya.

Lalu aku mulai menggosok bibir kemaluannya mulai dari lubang anus Mbak Rika.

“Och.. Mas teruskan Mas.. Och.. ”

Kulihat Mbak Rika mulai terangsang oleh sentuhan-sentuhan kelima jariku. Tanpa buang waktu sambil menggosok body oil kumasukan jari tengahku ke dalam lubang kemaluannya, terus kulalukan beberapa kali, dan kulihat kedua tangan Mbak Rika meramas keras sprei ditempat tidurnya. Tiba-tiba Mbak Rika bangun dari tempat tidurnya lalu menyerangku dengan ciuman dibibirku sambil mempermainkan lidahnya. Dan dia berbisik.

“Mas aku buka bajunya yach”

Aku hanya mengangguk tanda setuju. Dilepaskannya baju dan celanaku, hingga tak selembarpun benang menempel ditubuhku.

“Daster Mbak aku buka juga yach”

Diapun mengangguk setuju. Aku disuruhnya duduk disamping tempat tidurnya, lalu disodorkan kedua belah buah dadanya kemulutku, dan aku sambut dengan melumat kedua belah bongkahan daging kenyal didadanya. Tangan kananku juga sudah bermain disekitar vagina Mbak Rika, tampaknya bekas body oil yang tadi sudah bercampur dengan cairan bening dilubang kemaluan Mbak Rika. Dia makin mendekap kepalaku kedadanya, dan kadang-kadang pinggulnya menghentak-hentak ke arahku, saat jari-jariku keluar masuk ke dalam lubang kemaluannya.

Lalu dia jongkok dihadapanku dan mulai memasukan penisku ke dalam mulutnya, tampak penisku hilang ditelan oleh gumulan mulutnya hingga masuk menyentuh tenggorokannya. Rasa nikmat mulai menjalar keubun-ubun kepalaku. Lalu dia permainkan lidahnya pada ujung bagian bawah penisku. Wach sangat pintar sekali pikirku Mbak Rika ini cara merangsang laki-laki.

“Mas mau khan gantian” pintanya.

Aku mengerti bahwa Mbak Rika minta dijilati vaginanya. Lalu dia mengambil handuk kecil, disemprotnya handuk tersebut dengan minyak wangi, yang kutahu bukan minyak wangi lokal, lalu dibersihkan selangkangannya dengan handuk tersebut. Lalu diapun tidur terlentang dengan mengganjal pantatnya dengan dua buah bantal tidurnya. Maka tampak jelas lubang kemaluan Mbak Rika yang telah mempunyai bibir disisi kanan kirinya dengan warna merah kecoklat-coklatan. Dan tampak pula lubang anus Mbak Rika yang sudah berwarna coklat tua, pasti dia pernah bermain anal sex juga nich pikirku. Dan memang tidak terlihat sehelai rambutpun disekitar kemaluan dan anusnya.

Lalu aku mulai jilat bibir kemaluan Mbak Rika, dan memang tidak tercium bau yang aneh-aneh, berarti memang Mbak Rika sangat rajin merawat tubuhnya. Dia mulai menggelinjang diatas tempat tidurnya, saat kusapu kemaluannya dengan lidahku. Lalu aku oleskan telunjukku dengan body oil, dan kumasukan pelan-pelan ke dalam lubang anusnya, berbarengan dengan lidahku mempermainkan kelentitnya.

“Och.. Och.. Och..!!”

Tampak teriakan Mbak Rika sepertinya tidak menghiraukan akan ada orang lain yang mendengarkannya.

“Teruskan Mas.. Jangan berhenti.. Och.”

Terus kupermainkan kedua lubang Mbak Rika, akhirnya dia memintaku untuk memasukkan penisku ke dalam lubang kemaluannya. “Mas.. Pakai kondom yach.., itu ambil didalam laci”

Ternyata didalam laci kulihat bukan hanya kondom, tetapi ada beberapa penis yang terbuat dari karet elastis juga terdapat didalamnya. Setelah kupakai kondom, kumasukan penisku ke dalam kemaluannya, langsung aku hentak keras beberapa kali lubang kemaluannya. Iapun mengimbangi dengan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, terus kulakukan permainan keras tersebut selama tiga puluh menit, hingga kulihat Mbak Rika tidak lagi melakukan perlawanan. Sedangkan penisku belum ada tanda-tanda mau mengeluarkan pejunya, lalu aku cabut penisku dari lubang kemaluan Mbak Rika. Perlahan-lahan aku masukan ke dalam lubang anus Mbak Rika sambil meneteskan body oil dibagian atas penisku.

“Pelan-pelan Mas..”

Terus aku tekan penisku hingga terpendam habis dilubang anus Mbak Rika, dan pelan-pelan juga aku tarik, lalu aku masukan kembali, sampai Mbak Rika tidak membuat reaksi tanda sakit dilubang anusnya. Aku mulai menggenjot tanpa henti penisku ke dalam lubang anusnya, dan karena tidak selonggar lubang kemaluan Mbak Rika, pejuku mulai berlomba-lomba ingin keluar.

Dan saat pejuku hendak muncrat kutekan penisku dalam-dalam sambil mencium bibir dan merangkul tubuh Mbak Rika kuat-kuat. Setelah itu aku terkulai disisi tubuh Mbak Rika. Dan kulihat Mbak Rika mencabut kondomku lalu membersihkan penisku dengan handuk kecilnya. Lalu iapun merangkul diriku, sambil berbisik.

“Jaga rahasia kita berdua ini yach Mas..”

Akupun mengangguk lalu kukecup keningnya, sambil merangkulnya erat-erat.

TAMAT

Cerita panas dan seru enaknya memperkosa tante

Saya Dito.....umur 23 tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Malang. Dan saya berasal dari keluarga baik-baik. Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah sidoarjo. Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu umur 3 dan 5 tahun, serta memiliki istri yang cukup cantik (menurut saya) umurnya sekitar 27 tahun.


saya sendiri tinggal disurabaya kurang lebih jarak tempat tinggalku dengan tante adalah 19 Km.......................... Awal kejadiannya adalah pada hari sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut, yang tidak lain adalah om saya dengan tante saya. Ternyata penyakit 'gatel' om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama temannya. Hal tersebut sangat menyakitkan tante saya, karena di sana om saya akan mabuk-mabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Minggu malam. Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama teman-temannya. Dan pada saat itu hanya aku bertiga saja di rumah: saya, Om Pram dan Tante Sis.

"Brak.." suara gelas pecah menghantam pintu, cukup membuat saya kaget, dan om saya dengan marah-marah berjalan keluar kamar. Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak, "Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan aku." Dalam hatiku berkata, "Wah ribut lagi." Om Pram langsung berjalan keluar rumah, menstarter mobil Tarunanya dan pergi entah ke mana.

Di dalam kamar, aku mendengar Tante Sis menangis. Aku mau masuk ke dalam tapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku). Tapi aku jadi penasaran juga. Takut nanti terjadi apa-apa terhadap Tante Sis. Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri.

Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya. Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja rias. Aku berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dia dan dengan pelan.
Aku bertanya, "Kenapa Tan? Om kambuh lagi?"
Dia tidak menjawab, hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya. Cukup lama aku berdiri di belakangnya. Pada waktu itu aku hanya memandangnya dari belakang, dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan baju tidur yang cukup menggiurkan. Pada saat itu aku belum berpikiran macam-macam. Aku hanya berkesimpulan mungkin Tante Sis mengajak Om Pram, berdua saja di rumah, karena anak-anak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sis. Dan mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta (karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut). Tetapi Om Pram tidak mau, dia lebih mementingkan teman-temannya dari pada Tante Sis.

Tiba-tiba Tante Sis berkata, "To, Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama Tante. Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke Surabaya, ninggalin Tante sendirian di rumah, apa Tante udah nggak cakep lagi." Ketika Tante Sis berkata demikian dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget, ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya (kira-kira berukuran 34). Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya. Aku lumayan kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu.

Aku terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, aku langsung mendekatinya (dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih dekat lagi).
"Tante masih cantik kok, dan Om kan pergi sama temannya. Jadi nggak usah khawatir Tan!"
"Iya tapi temennya itu brengsek semua, mereka pasti mabuk-mabukan lagi dan main perempuan di sana."
Aku jadi bingung menjawabnya. Secara refleks kupegang tangannya dan berkata, "Tenang aja Tan, Om nggak bakal macem-macem kok." (tapi pikiranku sudah mulai macam-macam).
"Tapi Tante denger dia punya pacar di surabaya, malahan Tante kemarin pergoki dia telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella."
"Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal, mungkin itu temennya kali Tan, dan lagian Tante masih tetap cantik kok."
Tanpa Tante Sis sadari tangan kananku sudah di atas paha Tante Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya. Perlahan-lahan pahanya kuusap secara halus, hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki.

Tiba-tiba tanganku yang memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis, dan berdiri dari duduknya, "To, saya tantemu saya harap kamu jangan kurang ajar sama Tante, sekarang Tante harap kamu keluar dari kamar tante sekarang juga!" Dengan nada marah Tante Sis mengusirku.
Cukup kaget juga aku mendengar itu, dan dengan perasaan malu aku berdiri dan meminta maaf, kepada Tante Sis karena kekurangajaranku. Aku berjalan pelan untuk keluar dari kamar tanteku. Sambil berjalan aku berpikir, aku benar-benar terangsang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sejak aku putus dengan pacarku, terus terang kebutuhan biologisku kusalurkan lewat tanganku.

Setelah sampai di depan pintu aku menoleh kepada Tante Sis lagi. Dia hanya berdiri menatapku, dengan nafas tersenggal-senggal (mungkin marah bercampur sedih menjadi satu). Aku membalikkan badan lagi dan di pikiranku aku harus mendapatkannya malam ini juga. Dengan masa bodoh aku menutup pintu kamar dari dalam dan menguncinya, lalu langsung berbalik menatap tanteku. Tante Sis cukup kaget melihat apa yang aku perbuat. Otakku sudah dipenuhi oleh nafsu binatang.

"Mau apa kamu To?" tanyanya dengan gugup bercampur kaget.
"Tante mungkin sekarang Om sedang bersenang-senang bersama pacar barunya, lebih baik kita juga bersenang-senang di sini, saya akan memuaskan Tante". Dengan nafsu kutarik tubuh tanteku ke ranjang, dia meronta-ronta, tetapi karena postur tubuhku lebih besar (tinggiku 182 cm dan beratku 75 kg, sedangkan Tante Sis memiliki tinggi tubuh sekitar 165 cm dan berat kurang lebih 50 kg) aku dapat mendorongnya ke ranjang, lalu menindihnya.

"Lepasin Tante, Dito," suara keluar dari mulutnya tapi aku sudah tidak peduli dengan rontaannya. Dasternya kusingkap ke atas. Ternyata Tante Sis tidak mengenakan celana dalam sehingga terpampang gundukan bukit kemaluannya yang menggiurkan, dan dengan kasar kutarik dasternya bagian atas hingga payudaranya terpampang di depanku. Dengan bernafsu aku langsung menghisap putingnya, tubuh tanteku masih meronta-ronta, dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan nafsu kujilati seluruh tubuhnya terutama payudaranya, cukup harum tubuh tanteku.

Akibat rontaannya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaianku, tapi pelan-pelan aku dapat membuka baju dan celanaku. Sambil membuka baju dan celanaku itu, dengan bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya yang menurutku mulai basah (mungkin Tante Sis sudah mulai terangsang walaupun masih berkurang tetapi frekuensinya agak menurun sedikit).

kemaluanku telah berdiri tegak dan kokoh nafsu telah menyelimuti semua kesadaranku bahwa yang kugeluti ini adalah isteri pamanku sendiri....yaitu tanteku....

Dengan tidak sabar aku langsung berusaha membenamkan kejantananku ke liang TANTEKU........... ,

Aku agak kesulitan menemukan celah kewanitaan tanteku,kadang kemaluanku meleset keatas dan bahkan kadang meleset kearah lubang anus tanteku .
ini disebabkan tanteku bergerak kesana kemari berusaha menghindar dan menghalangi kemaluanku yang sudah siap tempur ini............................................

"To, jangan To, aku Tantemu tolong lepasin To, ampun, Tante minta ampun". Aku sudah tidak peduli lagi Rengekannya. .......usahaku kepalang tanggung dan harus berhasil......karena gagalpun mungkin akibatnya akan sama
bahkan mungkin lebih fatal akibatnya.......
Ketika lubang senggamanya kurasa sudah pas dengan dibantu cairan yang keluar dari liang kewanitaannya aku langsung menghujamkan senjataku.

"Auuhh, sakit To, aduh.. Tante minta ampun.. tolong To jangan lakukan .....lepasin Tante To.." Ketika mendengar rintihannya, aku jadi kasihan, tetapi senjataku sudah di dalam, "Maaf Tante, saya sudah tidak tahan dan punyaku sudah terlanjur masuk nih.....," bisikku ke telinganya. Tante Sis hanya diam saja. Dan tidak berkata apa-apa.

Dengan pelan dan pasti aku mulai memompa kemaluanku naik turun, ........tanteku menggelinjang hebat.....seakan akan masih ada sedikit pemberontakan dalam dirinya....
ssshhhhhhhhh....tanteku hanya mendesis lirih sambil menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan tak mau menatap wajahku.......kemudian Dia hanya diam pasrah dan kulihat air matanya berlinang keluar. Kucium keningnya dan bibirnya, sambil membisikkan, "Tante, Tante masih cantik dan tetap mengairahkan kok, saya sayang Tante, bila Om sudah tidak sayang lagi, biar Dito yang menyayangi Tante." Tante Sis hanya diam saja, dan kurasakan pinggulnya pun ikut bergoyang seirama dengan goyanganku.

kemaluanku kudorong perlahan ...seakan ingin menikmati kenyamanan ini dengan waktu yang lama........
cllkk....clllkkkk.cclkkkk bunyi badanku beradu dengan badan tanteku.......seirama keluar masuknya kemaluanku kedalam liang senggamanya yangbetul betul enak......
...
Kira-kira 10 menit aku merasakan liang kewanitaan tanteku semakin basah dan kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuat-kuat mungkin tanteku sedang orgasme........................................... ...............

kudiamkan sejenak .....kubiarkan tanteku menikmati orgasmenya.........kubenamkan lebih dalam kemaluanku ,sambil memeluk erat tubuhnya iapun membalasnya erat.....kurasakan tubuh tanteku bergetar....
kenikmatan yang dahsyat telah didapatkannya.......

kubalik badan tanteku dan sekarang dia dalam posisi diatas......kemaluanku masih terbenam dalam kewanitaan tanteku......tapi dia hanya diam saja sambil merebahkan tubuhnya diatas tubuhku,....lalu kuangkat pinggul tanteku perlahan.....dan menurunkannya lagi....kuangkat lagi......dan kuturunkan lagi.......kemaluanku yang berdiri tegak menyodok deras keatas ...kelubang nikmatnya......
ahirnya tanpa kubantu ....tanteku menggoyangkan sendiri pantatnya naik turun.....

oooooooccchhhhhhhh.......aku yang blingsatan kenikmatan...
rupanya tanteku mahir dengan goyangannya diposisi atas....
kenikmatan maximum kudapatkan dalam posisi ini....
rupanya tanteku mengetahui keadaan ini ...ia tambah menggoyang goyangkan pantatnya meliuk liuk persis pantat Anisa bahar penyanyi dangdut dengan goyang patah patahnya.......
oooooochhhhhh,............sshhh......kali ini aku yang mirip orang kepedasan
aku mengangkat kepalaku...kuhisap puting susu tanteku.....
ia mengerang........goyangannya tambah dipercepat....
dan 5 menit berjalan .......tanteku bergetar lagi......ia telah mendapatkan orgasmenya yang kedua......
pundakku dicengkeramnya erat......
ssshhhhhhh.........bibir bawahnya digigit...sambil kepalanya menengadah keatas.....
"to....bangsat kamu.......tante kok bisa jadi gini.....ssssshhhh
....tante udah 2 kali kluarrrrrrrr...".....

aku hanya tersenyum.....
"tulangku rasa lepas semua to...."
aku kembali tersenyum...
"tante gak pernah klimaks lebih dari 1 x kalo dengan ommu.."
kubalik kembali badan tanteku dengan posisi konvensional..
kugenjot dengan deras kewanitaannya.....
oooohhh oohhh....ssshhhhh
tanteku kembali menggeliat pinggulnya mulai bergoyang pula mengimbangi genjotanku..............
aku pun sudah kepengen nyampe.......

dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya.
ssshhhhhh......aaachhhhhhh....................
spermaku tumpah dengan derasnya kedalam liang senggama tanteku........
mata tanteku sayu menatapku klimaks.........
permainan panjang yang sangat melelahkan......yang diawali dengan pemaksaan dan perkosaaan yang ahirnya berkesudahan dengan kenikmatan puncak yang sama sama diraih.......
kulihat terpancar kepuasaan yang amat sangat diwajah tanteku.......................

"kamu harus menjaga rahasia ini to....."
aku hanya mengangguk....
dan sekarang tanteku tak perduli lagi kalau om ku mau pulang atau tidak.......
karena kalau om ku keluar malam maka tanteku akan menghubungiku via HP untuk segera kerumahnya.....

Ada Jin di Rumah Mewah Asiknya Meremas payudara pacar dan guruku Cerita birahi pans Asiknya Ngentot Dengan Suami Tetanga 1 Cerita birahi pans Asiknya Ngentot Dengan Suami Tetanga 2 Cerita birahi pans Asiknya Ngentot Dengan Suami Tetanga 3 Cerita ghairah Tante Mirsha Cerita Ngentot Istriku Sayang Cerita panas 1 Cerita panas Aku Guru SD yang suka Masturbasi Diperkosa Cerita Panas Ayu anak ABG Gila Sex Cerita panas Boss Cantik 1 Cerita panas Boss Cantik 2 Cerita Panas dan Seru akibat pil perangsang Cerita Panas dan Seru Ana Menikmati Kusetubuhi Cerita Panas dan Seru Ana Menikmati Kusetubuhi 2 Cerita Panas dan Seru Ana Menikmati Kusetubuhi 3 Cerita panas dan seru Bercinta dengan Ibu Pacarku Cerita panas dan seru Bercinta dengan Ibu Pacarku 2 Cerita panas dan seru enaknya memperkosa tante Cerita panas dan seru Menikmati tubuh tante yang nakal Cerita Panas dan Seru Ngentot Adik Istriku Yang Calon Dokter Sexy Cerita panas dan seru nikmatnya ngesex dengan janda Cerita Panas dan Seru Nikmatnya Tubuh Irene adik pacarku Cerita Panas dan Seru Sepupuku Haus SEX Cerita panas Dukun cabul Cerita Panas Kisah bercinta seru Cerita panas Melayani birahi sex pembantuku Cerita Panas seru 1 Cerita panas seru 2 Cerita panas seru 3 Cerita panas sinta hiper sex Cerita panas Tante Ken Cerita seru daun muda Baby Sitterku Cewek Indonesia Yang Haus Seks Cirata panas ku melayani tiga orang tante Cirita panas ku di warnet ketika hujan Daun Muda yang Liar FOTO MODEL CANTIK HOT DAN SEKSI Alexa Rae FOTO SEXY DAN SERU WANITA CANTIK ADELE TAYLOR FOTO TELANJANG MODEL SEXY DAN SERU Aleigh Hotstein Gaya Bercinta Untuk Usia Tua khayalan gila dengan model Kisah Cinta Terlarang Kisah Cinta Terlarang 2 Mengintip Istriku Sedang Selingkuh Merampok dan memperkosa Ngentot Seorang Pramugari Nikmatnya Mencicipi Tubuh Pacar Teman Pengagum Seks 1 Pengagum Seks 2 Tips : memberiskan memek Wanita Pakai Vibrator
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost